Selasa, 11 Juni 2013

Indahnya Meneladani Akhlak Rasulullah SAW



Indahnya Meneladani Akhlak Rasulullah SAW.
Oleh : Nuryasin An-Najmi
TAK  ADA YANG BISA SEPERTIMU
WAHAI KEKASIH ALLAH
Assalamu’alaikum Wr.Wb..
            Wahai para pemuda islam yang penuh gelora dan semangat membara tentunya kita mustahil bila tidak mengenal sosok nabi agung kita yakni Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wasalam. Sudahkah ia benar-benar menjadi referensi disetiap helaian dan hembusan nafas-nafas kita? Sungguh tidaklah kita temukan dalam diri Rasulullah itu suatu contoh melainkan contoh yang amat sangat mulia. Dari semua lini kehidupan ia telah berikan tuntunannya, bahkan dari kita bangun tidur sampai akan tidur lagi semua telah ada contoh yang Beliau ajarkan. Maka alangkah indahnya akhlak kita bila mampu mencontohnya meski hanya semampu kita dan amat sangat meruginya bila kita tidak mau mencontoh beliau Nabi atau bahkan mencari idola-idola lain .Naudzubillah..
*        Penegasan Allah SWT tentang tauladan baik dalam diri Rasulullah.
Sebagai wujud pengakuan sekaligus penegasan dari sang khaliq maka Allah SWT berfirman dalam Alqur’an sebagai berikut:
كَثِيرً۬ا ٱللَّهَ وَذَكَرَ ٱلۡأَخِرَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱللَّهَ يَرۡجُواْ كَانَ لِّمَن حَسَنَةٌ۬ أُسۡوَةٌ ٱللَّهِ رَسُولِ فِى لَكُمۡ كَانَ لَّقَدۡ
    Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab : 21)
 Kalau kita perhatikan ayat pembuka di atas, ayat tersebut dibuka dengan dua kata penguat,"Qad" dan "Lam" taukid. Keduanya berfungsi menguatkan dan menegaskan makna. Padahal dengan satu taukid (penguat) saja dalam sebuah kalimat sudah menegaskan maknanya. Tambahan kata "sungguh" yang kita gunakan tentunya untuk lebih meyakinkan kepada orang yang bertanya dan untuk menghilangkan keraguan dalam dirinya. 
Uswatun hasanah terdiri dari dua rangkaian kalimat, uswah dan hasanah. Uswah (أُسْوَةٌ) berarti قدوة ; ikutan, panutan. Hasanah bermakna “yang baik”. Jadi Uswatun Hasanah adalah contoh suri teladan yang baik.
Allah juga memuji budi pekerti Rasulullah dalam surat Al Qalam ayat 4: وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ Sesungguhnya engkau memiliki budi perkerti yang agung” (QS. Al-Qalam: 4). Telah jelaslah bagi kita bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar sosok yang tiada duanya untuk bisa kita tauladani. Selain itu beliau diutus salah satunya adalah untuk menyempurnakan akhlak. Seperti dalam hadisnya,
الأخلا إنما بعثت لأتمم مكارم “saya diutus untuk menyempurnakan akhlak”
*        Muhammad S.A.W Tauladan untuk semua Aspek Kehidupan
Semua kalangan mengakui bahwa Rasulullah merupakan seorang tokoh yang memiliki sifat luhur. Semenjak kecil beliau telah dijukuli dengan “Al-Amin” yang berarti “orang terpercaya”. Bahkan Michael H. Hart dalam bukunya 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah menjatuhkan pilihannya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar 100 Tokoh Paling berpengaruh di dunia. Ia mengatakan “saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Untuk itu patutlah kita memberikan ungkapan bahwa Rasulullah adalah sosok yang hebat ..Hebat saat menjadi suami bagi istrinya..Hebat menjadi seorang ayah bagi anak-anaknya..Hebat  menjadi sosok yang menyenangkan bagi para sahabatnya..Hebat menjadi pemimpin bagi rakyatnya..Ia juga hebat dalam membuat strategi perang.Ia juga hebat dalam menyebarkan dakwah islamnya sehingga dalam kurun waktu 23 tahun islam telah menguasai 2/3/ dunia.
Pernah baginda pulang pada waktu pagi tentulah baginda amat lapar waktu itu.  Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan.  Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum ada sarapan ya Khumaira?"  (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan') Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." Rasulullah lantas berkata,  ”Kalau begitu aku puasa saja hari ini."  tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajah. Subhanallah adakah kita sampai seperti itu kepada istri-istri kita wahai para suami.?
            Setiap apa yang beliau sampaikan dan ajarkan merupakan wahyu dari Allah S.W.T, untuk itu mustahil akan menjerumuskan ataupun merugikan manusia. Karena keluhuran akhlak beliau, maka Allah jadikan semua perkataan, perbuatan dan ketetapan beliau sebagai landasan hukum bagi umat islam yang ke dua setelah Al-Quran. Ummul Mukminin, siti Aisyah ra menggambarkan bagaimana luhurnya budi pekerti Rasulullah ketika ditanyakan kepada beliau bagaimana akhlak Rasulullah, dengan ungkapan beliau “akhlak Rasulullah adalah Al-Quran”.
            Sungguh tiyadalah ada tauladan yang patut kita jadikan contoh terbaik melainkan Baginda Nabi Muhammad SAW. Dizaman sekarang generasi-generasi muda yang merasa gengsi dan tak zaman bila diajak untuk meneladani beliau nabi. Padahal sungguh amat mulia disisi Allah orang-orang yang mau meneladani akhlak Rasullullah. Apa yang beliau contohkan selalu pas untuk semua zaman, baik zaman dahulu, saat ini maupun dimasa yang akan datang.  Cobalah kita perbandingkan mana yang patut dicontoh antara Nabi Muhammad SAW atau para aktor-aktor yang bergaya kebaratan.berikut sedikit perbandinganya.
Nabi Muhammad SAW
Para Aktor dan juga Artis
  •   Utusan Allah (Rasul Allah)
  •   Manusia yang hebat dan dikagumi
  •   Hamba yang dikasihi Allah
  •   Dijamin Masuki syurga
  •   Kepribadiannya yang mulia diakui oleh Allah, para sahabat dan umatnya.
  •   Manusia yang telah berjuang menegakkan agama Allah dimuka bumi.
  •   Manusia biasa bukan seorang utusan Allah
  • Manusia yang biasa-biasa saja
  •   Belum tentu dikasihi oleh Allah
  • Belum tentu masuk syurga
  •   Hanya beberapa orang yang mengagumi.
  •   Manusia yang tidak berbuat banyak untuk agama Allah.
            Berbagai keterangan dan uraian diatas semoga mampu memotivasi kita untuk terus istiqomah dalam meneladani akhlak beliau Nabi, dan bagi kita yang mungkin belum memahami akan indahnya dan amat beruntungnya orang-orang yang meneladani Nabi Muhammad, maka sama-sama kita doakan agar mereka diberikan rahmat Allah agar mampu terbuka hatinya untuk mencintai Nabi Muhammad S.A.W.
Sebelum tulisan ini berakhir mari kita sejenak bershalawat kepada baginda nabi dengan mengucapkan Allahumma Sholli’ala Sayyidina Muhammad wa’ala Alihi sayyidina muhammd ” semoga dengan memperbanyak shalawat kelak beliau tersenyum indah menatap wajah-wajah kita dengan hadiah syafaat yang telah ia siapkan. Amiin..
Wassalamu’alikum Wr.Wb..
Bahan Rujukan : Al-Qur’an,  Alhadist, Siroh Nabawiyyah, Muhammad Qosim mursyidali.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar