Indahnya Meneladani Akhlak Rasulullah SAW.
Oleh : Nuryasin An-Najmi
TAK ADA YANG BISA SEPERTIMU
WAHAI KEKASIH ALLAH
Assalamu’alaikum
Wr.Wb..
Wahai para pemuda islam yang penuh
gelora dan semangat membara tentunya kita mustahil bila tidak mengenal sosok
nabi agung kita yakni Nabi Muhammad Salallahu’alaihi Wasalam. Sudahkah ia
benar-benar menjadi referensi disetiap helaian dan hembusan nafas-nafas kita? Sungguh
tidaklah kita temukan dalam diri Rasulullah itu suatu contoh melainkan contoh
yang amat sangat mulia. Dari semua lini kehidupan ia telah berikan tuntunannya,
bahkan dari kita bangun tidur sampai akan tidur lagi semua telah ada contoh
yang Beliau ajarkan. Maka alangkah indahnya akhlak kita bila mampu mencontohnya
meski hanya semampu kita dan amat sangat meruginya bila kita tidak mau
mencontoh beliau Nabi atau bahkan mencari idola-idola lain .Naudzubillah..
Sebagai
wujud pengakuan sekaligus penegasan dari sang khaliq maka Allah SWT berfirman
dalam Alqur’an sebagai berikut:
كَثِيرً۬ا ٱللَّهَ وَذَكَرَ ٱلۡأَخِرَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱللَّهَ يَرۡجُواْ كَانَ
لِّمَن حَسَنَةٌ۬ أُسۡوَةٌ ٱللَّهِ رَسُولِ فِى لَكُمۡ
كَانَ لَّقَدۡ
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab : 21)
Kalau kita perhatikan ayat pembuka di atas, ayat
tersebut dibuka dengan dua kata penguat,"Qad" dan "Lam" taukid. Keduanya
berfungsi menguatkan dan menegaskan makna. Padahal dengan satu taukid (penguat)
saja dalam sebuah kalimat sudah menegaskan maknanya. Tambahan kata
"sungguh" yang kita gunakan tentunya untuk lebih meyakinkan kepada
orang yang bertanya dan untuk menghilangkan keraguan dalam dirinya.
Uswatun hasanah terdiri dari dua rangkaian kalimat,
uswah dan hasanah. Uswah (أُسْوَةٌ) berarti قدوة ; ikutan,
panutan. Hasanah bermakna “yang
baik”. Jadi Uswatun Hasanah adalah contoh suri teladan yang baik.
Allah juga memuji budi pekerti Rasulullah dalam surat
Al Qalam ayat 4: وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ “Sesungguhnya engkau memiliki budi perkerti
yang agung” (QS. Al-Qalam: 4). Telah jelaslah bagi kita bahwa Nabi Muhammad
SAW adalah benar-benar sosok yang tiada duanya untuk bisa kita tauladani. Selain
itu beliau diutus salah satunya adalah untuk menyempurnakan akhlak. Seperti
dalam hadisnya,
الأخلا إنما بعثت لأتمم مكارم “saya diutus
untuk menyempurnakan akhlak”
Semua kalangan mengakui bahwa Rasulullah merupakan
seorang tokoh yang memiliki sifat luhur. Semenjak kecil beliau telah dijukuli
dengan “Al-Amin” yang berarti “orang terpercaya”. Bahkan Michael H. Hart dalam
bukunya 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah menjatuhkan pilihannya
kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar 100 Tokoh Paling berpengaruh
di dunia. Ia mengatakan “saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi
Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses
luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Untuk itu
patutlah kita memberikan ungkapan bahwa Rasulullah adalah sosok yang hebat
..Hebat saat menjadi suami bagi istrinya..Hebat menjadi seorang ayah bagi
anak-anaknya..Hebat menjadi sosok yang menyenangkan
bagi para sahabatnya..Hebat menjadi pemimpin bagi rakyatnya..Ia juga hebat
dalam membuat strategi perang.Ia juga hebat dalam menyebarkan dakwah islamnya
sehingga dalam kurun waktu 23 tahun islam telah menguasai 2/3/ dunia.
Pernah baginda
pulang pada waktu pagi tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi
dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada
karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, "Belum
ada sarapan ya Khumaira?" (Khumaira
adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang
kemerah-merahan') Aisyah menjawab dengan agak serba salah, "Belum ada
apa-apa wahai Rasulullah." Rasulullah lantas berkata, ”Kalau begitu aku puasa saja hari
ini." tanpa sedikit tergambar rasa kesal
di wajah. Subhanallah adakah kita sampai seperti itu kepada istri-istri kita
wahai para suami.?
Setiap
apa yang beliau sampaikan dan ajarkan merupakan wahyu dari Allah S.W.T, untuk
itu mustahil akan menjerumuskan ataupun merugikan manusia. Karena keluhuran
akhlak beliau, maka Allah jadikan semua perkataan, perbuatan dan ketetapan
beliau sebagai landasan hukum bagi umat islam yang ke dua setelah Al-Quran.
Ummul Mukminin, siti Aisyah ra menggambarkan bagaimana luhurnya budi pekerti
Rasulullah ketika ditanyakan kepada beliau bagaimana akhlak Rasulullah, dengan
ungkapan beliau “akhlak Rasulullah adalah Al-Quran”.
Sungguh tiyadalah ada tauladan yang
patut kita jadikan contoh terbaik melainkan Baginda Nabi Muhammad SAW. Dizaman
sekarang generasi-generasi muda yang merasa gengsi dan tak zaman bila diajak
untuk meneladani beliau nabi. Padahal sungguh amat mulia disisi Allah
orang-orang yang mau meneladani akhlak Rasullullah. Apa yang beliau contohkan
selalu pas untuk semua zaman, baik zaman dahulu, saat ini maupun dimasa yang
akan datang. Cobalah kita perbandingkan
mana yang patut dicontoh antara Nabi Muhammad SAW atau para aktor-aktor yang
bergaya kebaratan.berikut sedikit perbandinganya.
|
Nabi Muhammad SAW
|
Para Aktor dan juga Artis
|
|
|
Berbagai keterangan dan uraian
diatas semoga mampu memotivasi kita untuk terus istiqomah dalam meneladani
akhlak beliau Nabi, dan bagi kita yang mungkin belum memahami akan indahnya dan
amat beruntungnya orang-orang yang meneladani Nabi Muhammad, maka sama-sama
kita doakan agar mereka diberikan rahmat Allah agar mampu terbuka hatinya untuk
mencintai Nabi Muhammad S.A.W.
Sebelum tulisan ini
berakhir mari kita sejenak bershalawat kepada baginda nabi dengan mengucapkan “ Allahumma
Sholli’ala Sayyidina Muhammad wa’ala Alihi sayyidina muhammd ” semoga
dengan memperbanyak shalawat kelak beliau tersenyum indah menatap wajah-wajah
kita dengan hadiah syafaat yang telah ia siapkan. Amiin..
Wassalamu’alikum
Wr.Wb..
Bahan Rujukan : Al-Qur’an, Alhadist, Siroh Nabawiyyah, Muhammad Qosim mursyidali.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar