Tujuan
· Membangkitkan keresahan peserta asistensi tentang kondisi ummat Islam pada hari ini
· Memberikan pemahaman tentang kelemahan dan potensi yang dimiliki ummat Islam
· menumbuhkan kesadaran pada peserta asistensi untuk tidak berpangku tangan terhadap masalah yanbg sedang dihadapi oleh ummat Islam pada masa sekarang dalam sebuah kerja nyata.
· Memberikan pemahaman kepada peserta asistensi bahwa memikirkan, membela serta perasaan senasib sepenanggungan terhadap kaum muslimin adalah sebuah kewajiban dan bernilai ibadah.
Rincian Materi
Kehidupan di dunia merupakan tempat berkumpulnya masalah, yang dengan masalah itu Allah ingin melihat kualitas diri kita apakah mampu menghadapinya dengan terus meminta pertolongan padaNya dan menjadi hambanya yang bertaqwa atau malah sebaliknya, menjadi lemah dan fasiq.
Membiarkan masalah begitu saja bukanlah sebuah penyelesaian, karena umat yang tidak menyadari akan terus terjerumus sedangkan kita yang mengetahui mempunyai kewajiban untuk mengajak mereka kepada jalan yang benar. Oleh karena itu untuk mengantisipasi hal tersebut, kita perlu mengetahui apa sebenarnya masalah yang senantiasa di tubuh umat Islam dan bagaimana cara penyelesaiannya.
A. Problematika Umat Disebabkan oleh
a. Kecenderungan
Kecenderungan manusia kepada suatu kegiatan tertentu atau minat kepada suatu objek merupakan karakteristik manusia. Secara alamiyah manusia itu lebih menyukai hal-hal yang menyenangkan misalnya, bersantai sambil minum teh atau berekreasi dan mengunjungi temapt-tempat hiburan. Namun kecenderungan ini berbeda pada setiap individu tergantung pada bagaimana latar belakang kehidupan mereka dan lingkungan tinggalnya.
b. Watak
Manusia memiliki watak yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Masing masing memiliki kekhasan serta memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Watak merupakan hasil dari interaski lingkungan dan bawaan seseorang sehingga terkadang sulit untuk dirubah. Watak biasanya menjadi ciri bagi pribadi tertentu. Namun demikian watak yang terbantuk tidak sesuai dengan fitrah manusia itu dapat dirubah dengan pendidikan Islam.
c. Syahwat
Permasalahn yang berkaitan dengan syahwat ini sudah ada sejak adanya manusia. Seperti kisah habil dan kabil, kisah Nabi Yusuf AS yang digoda oleh Zulaikha, kisah isteri nabi yang ingin mendapatkan harta sehingga nabi berdiam diri selama dua bulan. Atau kisah Tsa’labah yang terlambat sholat berjama’ah karena sibuk mengurusi binatang ternaknya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ali-Imran ayat 14:
“dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini (syahwat) yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari Janis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).”
d. Insting
Insting dapat berupa keinginan makan dan minum, kecenderungan hati nurani (naluri), sensitifitas terhadap persoalan, daya respon tehadap suatu aksi. Setiap manusia memiliki insting yang berbeda-beda. Insting ini ada yang bernilai positif misalnya sesuai dengan fitrah ada juga yang negatif yang menjauhi fitrahnya. Dengan insting yang berbeda-beda inilah setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam menyikapi permasalahan umat.
B. Faktor-faktor Penyebab Kelemahan Umat Islam
Antara lain adalah:
1. Faktor Eksternal: Ghozwul Fikr (perang pemikiran)
Ghozwul Fikri adalah serangan pemikiran secara bertubi-tubi yang tersusun secara sistematik, teratur dan terancang dengan baik yang dilakukan untuk merubah kepribadian, gaya hidup, dan tingkah laku pada umat Islam. Ghozwul fikri ini bertujuan merusak akhlak, menghancurkan pemikiran, melarutkan kepribadian, dan menjadikan muslim keluar dari ahgamanya. Ghozwul fikri ini merupakan strategi baru yang ditemukan oleh orang-orang kafir setelah melihat kenyataan kekalahan nasrani pada masa perang salib. Usaha ini mulai dilaksanakan sebelum jatuhnya Khilafah Islamiyah, dimulai dengan memutuskan hubungan di antara negeri Islam sehingga memunculkan paham nasionalisme, kekauman, dan kebangsaan. Pemisahan segala aspek-aspek kehidupan dari nilai-nilai luhur agama Islam. Dapat dilihat dengan munculnya orientalisme, kristenisasi, dan gerakan pembebasan perempuan yang sudah menunjukkan hasilnya pada sebagian umat Islam, mereka telah berubah menjadi jahiliyah (bodoh). Firman Allah dalam QS Al-Maidah: 50;
”Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
Pelaku dari Ghazwul fikri ini secara umum terdiri dari orang-orang yahudi, Nasrani, Majusi, Musyrikin, Munafikin, Atheis, dan orang kafir. Mereka biasa disebut dengan mustakbiruun (orang-orang yang melampaui batas),
“…bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.” (QS Al-Fatihah: 7).
Mereka akan terus bergerak untuk mewujudkan tujuannya itu “ dan orang-orang yahudi tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka…” (QS Al-Baqoroh: 120)
2. Faktor Internal, antara lain:
I) Jauhnya ummat Islam dari Al-Qur’an
Dalam Q.S. Al-Furqan: 30, “dan Rasul (Muhammad) berkata, “Ya Tuhanku, sesunggguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an ini diabaikan.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimakumullah menyatakan bahwa yang dimaksud dengan orang-orang yang mengacuhkan Al-Qur’an ini ada tiga kemungkinan:
· Ia tidak membaca Al-Qur’an
· Ia membaca Al-Qur’an namun tidak mentadabburinya (Q.S. Al-Anfal: 2)
· Ia membaca dan mentadabburi Al-Qur’an namun tidak mengamalkannya
Salah satu penyebab kemunduran umat Islam adalah akibat mempelajari Islam hanya karena mengikuti sehingga pemahaman yang ada pun sekedar pemahaman ikut-ikutan (taqlid buta), bukan pemahaman yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Padahal Allah telah berfirman:
”Dan janganlah kamu mengikuti apa ynag kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al-Isra’: 36)
2) Terpecah belah karena perbedaan masalah furu’ (cabang)
Oleh musuh-musuh Islam. Sudah saatnya bagi umat Islam untuk memperkuat kesatuan hati dan tali ukhuwah. Firman Allah:
“dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akakn tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesuangguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mhabijaksana.” (Q.S. Al-Anfal: 63)
3) Adanya perasaan rendah diri dan tidak tsiqoh pada ummat Islam
Di antara umat Islam saat ini banyak yang tidak memiliki Izzah Islam, merasa enggan untuk menunjukkan identitas keislamannya.”. Padahal Islam itu tinggi dan tidak ada yang menandingi ketinggiannya (al Islamu ya’lu wa laa yu’la ‘alaihi), demikian sabda Rasulullah. Maka Izzah Islam harus bangkit pada diri tiap-tiap umat Islam, karena orang yang paling tinggi derajatnya di muka bumi ini sesungguhnya adalah orang-orang yang beriman.
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Ali-Imran: 139)
4) Adanya gejala taqlid dengan semua yang datang dari kaum kafir
Bagi seorang muslim yang tidak lagi memiliki izzah Islam akan mudah baginya untuk berkiblat dan mengikuti sesuatu yang lain, yang datang dari luar Islam bahkan orang kafir sekalipun. Dan tentu saja hal ini menjadi bukti kelemahan padahal Allah sudah berfirman:
“wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu menjadikan orang yahudi dan nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepad aorang-orang yang zalim.”(Q.S. Al-Maidah: 51)
5) Tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi
”Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu, ‘berilah kelapoangan di dalam majlis-majlis, maka lapangkanlah niscaya Allah akn memberi kelapangan untuk mu. Dan apanbila dikatakan berdirilah kamu’, maka berdirilah, nioscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang beriman diantaramu dan orang –orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan”.Q.S. Al Mujadilah(58):11
Dan rasulullah telah bersabda “ Keutamaan seorang alim (ahli ilmu) atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah derajatnya (HR. Tirmidzi).
“Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (Hr.Muslim, Ibdi Hibban dan Al hakim)
Islam telah pula melahirkan ilmuan besar dalam sejarah seperti Ibnu sina (avicena), Ibnu Rusyid (Averroes), Al Khawarijmi dll.
C. Upaya Perbaikan Yang Dapat Dilakukan
1. Kembali kepada Perintah Allah dan RosulNya
2. Bersungguh-sungguh dalam pendidikan Islam
3. Kembali mengkaji sejarah Islam tentang kegemilangan Islam untuk menimbulkan kecintaan pada tatanan kehidupan yang diatur oleh Al-Islam
4. Mengamalkan prinsip tawazun (keseimbangan)
Menuntut ilmu, memahami dan mengamalkannya dengan niat yang ikhlas dan dengan cara yang sesuai dengan syariat Islam serta menyerahkan hasilnya hanya kepada Allah (bertawakkal
5. Ummat islam harus menerapkan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan
6. Mendidik generasi Islam dengan manhaj (system) pendidikan yang syamil (sempurna) dan mutakamil (menyeluruh)
7. Menyiapkan kekuatan semaksimal mungkin untuk menghadapi musuh Islam.
Firman Allah dalam Q.S. Al-Anfal: 60 :
“dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya. Apa saja yang kamu infaqkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).”
8. Dengan perjuangan dan pengorbanan yang total sebagai bukti dari ungkapan cinta kepada Allah dan Rasulnya. Sebab tiada cinta tanpa usaha dan pengorbanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar